Metode Pengenceran Serial

Metode untuk perhitungan ini menggunakan pengenceran berseri atau pengenceran serial dari sampel yang mengandung mikroorganisme. Koloni bakteri yang muncul akibat pertumbuhan mikroorganisme, diasumsikan berasal dari satu sel bakteri. Metode untuk perhitungan ini menggunakan pengenceran berseri atau pengenceran serial dari sampel yang mengandung mikroorganisme. Koloni bakteri yang muncul akibat pertumbuhan mikroorganisme, diasumsikan berasal dari satu sel bakteri. Metode dilusi digunakan untuk. Setelah itu masing-masing diuji dengan obat yang telah diencerkan secara serial. Dilakukan pengenceran larutan streptomisin.

  1. Pengertian Metode

Tanah merupakan media yang baik digunakan untuk pertumbuhan tanaman dan juga sebagai tempat untuk hidup bagi mikroorganisme yang berhabitat didalam tanah. Mikroorganisme tanah ada yang dapat bermanfaat untuk tanaman dan ada juga yang merugikan bagi tanaman. Untuk mikroorganisme tanah yang menguntungkan merupakan mikroba yang dapat menyediakan unsur hara maupun air bagi tanaman seperti jamur mikoriza, bakteri penambat N dan lain-lain. Sedangkan mikroorganisme tanah yang dapat merugikan untuk tanaman merupakan mikroba yang menyerang tanaman dan mengambil makanan tanaman untuk kebutuhannya sendiri seperti nematoda, jamur dan bakteri. Mikroorganisme tanah yang dapat merugikan tanaman dapat mengakibatkan tanaman yang menjadi inang mikroba pengganggu tersebut seperti tanaman tumbuh tidak normal, tanaman layu, menguning, kerdil dan sebagainya maka tanaman tersebut sudah dapat dipastikan bahwa tanaman tersebut mengalami gangguan baik bitik maupun abiotik. Penggangguan tanaman biasanya berasal dari golongan biotik yang berasal dari dalam media tanam yang digunakan, baik tanah maupun tempat perantara media yang digunakan.

Tanaman dikatakan sakit bila ada perubahan seluruh atau sebagian organ tanaman yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologis sehari-hari. Secara singkat penyakit tanaman adalah penyimpangan dari keadaan normal. Sejumlah mikroorganisme (terutama jamur dan bakteri) diketahui merupakan antagonis terhadap jamur penyebab penyakit tanaman (fitopatogenik). Mikroorganisme antagonis kebanyakan adalah jamur dan bakteri, yang akan dibicarakan secara agak detail pada halaman-halaman berikut. Kecuali jamur (fungi) dan bakteri, telah diketahui pula bahwa beberapa mikroba lainnya juga juga dapat dikembangkan menjadi fungisida dan bakterisida mikrobiologi, misalnya nematoda pemakan jamur Aphelenchus avenae merupakan parasit bagi Rhizoctonia dan Fusarium, Amoeba Vampyrella merupakan parasit bagi jamur patogen Cochliobolus sativus dan Gaeumannomyces graminis. Dari banyaknya gangguan yang disebabkan oleh mikroba maka digunakan isolasi terhadap mikroba yang menyebabkan gangguan terhadap tanaman. Prinsip pada metode isolasi mikroba adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya.

Mikroorganisme merupakan salah satu makluk hidup yang dapat hidup pada ekosistem maupun dalam tubuh makluk hidup lainnya. Mikroorganisme terdapat beberapa yang menguntungkan bagi makluk hidup lainnya tetapi ada juga yang dapat merugikan bagi makluk hidup lainnya. Menurut habitatnya mikrooganisme ada yang hidup di udara, tanah, tubuh makluk hidup, dan ada juga yang hidup di air. Sedangkan menurut kebutuhan oksigennya mikroorganisme ada yang aerob (membutuhkan oksigen) maupun ada juga yang anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Mikroba tanah yang bersifat anaerob biasanya terletak pada lumpur yang tergenang air dan tidak ada oksigen yang cukup (Hindersah, dkk, 2007).

Salah satu mikroorganisme yang bersifat parasit bagi tanaman seperti nematoda, bakteri dan jamur. Pada dasarnya mikroba terseebut berhabittat didalam tanah dan menyerang tanaman. Sedangkan mikroorganisme yang dapat menguntungkan tanaman seperti jamur mikoriza, bakteri penambat N bebas, dan nematoda patogen serangga.

Nematoda merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat menguntungkan bagi tanaman maupun ada juga yang dapat merugikan tanaman. Nematoda ini habitatnya terdapat didalam tanah.

• The most comprehensive text on equine surgery focuses on diagnosis and treatment to provide equine practitioners with the information they need to effectively manage and surgically treat equine disorders. • New techniques in vascular surgery keep you current on best practices. Equine surgery auer pdf. • Broad collection of high-quality images that were taken by the contributors during surgical procedures to provide the best instructions for other surgeons.

Nematoda biasanya yang menyerang pada tanaman menyebabkan tanaman tersebut layu, menguning bahkan dapat menjadi mati apabila serangan nematoda tersebut sudah parah. Isolasi nematoda digunakan untuk mengetahui jenis nematoda dan cara nematoda tersebut menyerang tanaman. Nematoda patogen tanaman biasanya dalam mulutnya terdapat alat yang disebut stilet biasanya nematoda ini menyeran akar, daun, batang dan biji. Sedangkan nematoda entomopatogen biasanya tidak menyerang dan merugikan tanaman tetapi menjadi predator bagi nematoda lainnya maupun menjadi patogen serangga (Sucipto, 2008). Mikroorganisme tanah dapat menguntungkan bagi tanaman karena mikroorganisme ini dapat menyediakan unsur dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu mikroorganisme yang menguntunggkan bagi tanaman adalah jamur mikoriza yang melakukan simbiosis oleh akar tanaman dan menyediakan unsur P yang dimanfaatkan oleh tanaman. Untuk mengisolasi mikroorganisme tanah dapat dilakukan dengan cara prosedur bakteriologis biasa dan menggunakan media yang sederhana (Sutedjo, dkk, 1991).

Pengertian Metode

Metode ini juga dapat diterapkan pada mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit bagi tanaman. Medium adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme. Tanah juga meruppakan medium tempat mikroorganisme tanah tinggal. Berdasarkan sumber karbon maka mikrobia dapat dibedakan atas mikrobia yang dapat mensintensis semua komponen sel dari karbondioksida yang disebut dengan autotrof. Sedangkan mikrobia yang memerlukan satu atau lebih senyawa organik sebagai sumber karbon disebut heterotrof. Akar tanaman merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan mikroorganisme tanah untuk menyerang tanaman. Biasanya nematoda menginfeksi akar tanaman pada bagian dalam akar dan juga pada sel epidermis tanaman.

Pertumbuhan bulu akar akan dibatasi oleh kondisi tanah (terutama kelembapan) dan aktifitas mikroorganisme tanah. Kelembapan juga dapat merangsang bagi jamur dan bakteri untuk tumbuh (Lakitan, Benyamin, 2007). Mikroorganisme bukan hanya berguna bagi tanaman tetapi juga bermanfaat bagi manusia terutama dalam pengmbangan bioteknologi. Mikroba yang dapat menyebabkan penyakit bagi tanaman juga dapatt dikembangkan untuk penggunaan sebagai parasit terhadap serangga. Untuk kesuburan tanah juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme tanah (Isnansetiyo dan Kurniastuti, 1995). Hal tersebut karena adanya perkembangan teknologi yang menggunakan bioteknologi pertanian seperti pemanfaatan mikroba untuk fermentasi.

Dari pratikum yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada tanah KNO yang dilakukan oleh kelompok 1 terdapat bakteri pada hari pertama pengamatan sampai dengan hari ke empat menunjukkan peningkatan terutama pada hari pertama dengan hari ke dua mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri pada hari pertama dan kedua merupakan perkembangan bakteri yang paling efektif atau disebut dengan pertumbuhan yang dipercepat pada fase pertumbuhan bakteri. Sedangkan pada hari ke dua sampai ke empat pada kelompok 1 menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri yang diperlambat pada fase tersebut. Tanah KNO merupakan media tanam yang tidak ada campurannya tetapi tanah saja.

Tanah SNO yang dilakukan isolasi dengan kelompok 2 menunjukkan bahwa pada tanah SNO koloni bakteri pada hari pertama sampai hari ke empat pengamatan menunjukkan sama dengan pada tanah KNO yaitu meningkat dengan signifikan. Peningkatan yang paling banyak ditunjukkan pada hari pertama dan hari ke dua yaitu sebesar 1041-1603 pada isolasi.

Hal ini merupakan fase pertumbuhan bakteri yang dipercepat, sedangkan pada hari ke dua sampai dengan hari ke empat menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni bakteri telah diperlambat sama dengan tanah KNO yng dilakukan oleh kelompok 1. Tanah SNO merupakan tanah yang telah tercampur antara tanah dan sekam. Tanah BNO merupakan tanah yang dicampur dengan bahan organik.

Pada pratikum ini pertumbuhan koloni bakteri pada kelompok 3 yang menggunakan tanah BNO tidak menunjukkan yang sama pada tanah KNO dan SNO yang dilakukan oleh kelompok 1 dan 2. Pada hari pertama sampai ke empat pengamatan pertumbuhan bakteri berturut-turut 906, 913, 1018, dan 1088. Hal ini kemungkinan bakteri yang ada dalam tanah yang kaya bahan organik tersebut terjadi perlambatan pertumbuhan karena banyak bahan organik yang telah terdekomposisi. Tanah pisang merupakan tanah yang diambil dari bekas pertumbuhan tanaman pisang atau diambil dari daerah perakaran tanaman pisang. Pertumbuhan bakteri pada tanah pisang yang dilakukan oleh kelompok 4 menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni bakteri sama dengan kelompok 3 yang menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri tidak tumbuh secara signifikan. Hal ini terjadi kemungkinan bahwa bakteri yang aada di tanaman pisang sudah diperlambat pada fase ini bakteri tidak dapat tumbuh lagi karena adanya senyawa yang menyebabkan pertumbuhan bakteri terhambat.

Metode Pengenceran SerialMetode Pengenceran Serial

Jamur merupakan mikroorganisme tanah yang membutuhkan kelembapan pada proses pertumbuhannya. Dari data diatas pertumbuhan jamur pada kelompok 1 dengan tanah KNO tidak adanya pertumbuhan jamur yang ada baik hari ke 2 pangamatan maupun hari ke 4 pengamatan. Hal iini terjadi karena pada tanah tersebut tidak memungkinkan tumbuhnya jamur karena tekstur tanah yang terlalu keras atau sebagainya. Pada kelompok 2 pertumbuhan jamur padda hari ke 2 dan 4 pengamatan secara masing-masing 150 dan 210. Pertumbuhan koloni jamur ini menjukkan pertumbuhan yang sangat lambat dibandingkan bakteri. Pada tanah BNO yangg dilakukan oleh kelompok 3 menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni jamur pada tanah ini juga tidak menunjukkan perrtumbuhan yang melonjak.

Pada hari ke 2 dan ke 4 pengamatan pertumbuhan jamur masing-masing 4 dan 38. Pertumbuhan jamur ini ditentukan pada kondisi media yang ada. Sedangkan pada tanah pisang yang dilakukan oleh kelompok 4 pertumbuhan jamur juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dibandingkan pada bakteri. Pada hari ke 2 dan ke 4 masing-masing koloni jamur secara berturut-turut 100 dan 121. Media yang digunakan dalam isolasi ini harus sesuai dengan mikroorganisme yang akan kita ketahui populasinya. Karena apabila media tidaksesuai maka mikroorganisme yang kita isolasikan tidak akan tumbuh. Kita menggunakan media padat agar sel-sel yang didapat dapat terpisah sesuai koloninya.

Apabila digunakan media cair, sel-sel mikroba sulit dipisahkan secara individu karena terlalu kecil dan tidak tetap tinggal di tempatnya. Untuk memisahkannya kita dapat memisahkannya dengan metode pengenceran, kemudian di tumbuhkan dalam media padat dan di biarkan membentuk koloni, maka sel-sel tersebut selanjutnya dapat diisolasi dalam tabung-tabung reaksi atau cawan petri yang terpisah.

Menurut Hadiotomo (1993) Bakteri adalah sel prokariotik yang khas, uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran di dalam sitoplasmanya. Sel-selnya secara khas, berbentuk bola seperti batang atau spiral. Bakteri yang khas berdiameter sekitar 0,5 sampai 0,1 µm. Panjangnya 1,5 sampai 2,5µm. Seperti halnya Bacillus sp yang diperlukan petani ataupun yang lainya yang bertujuan menumbuhkan serta menghitung jumlah sel bakteri sesuai kebutuhan. Dengan keterbatasan mata manusia untuk menghitung sel yang kecil maka diperlukan identifikasi dengan tehnik khusus.

Untuk identifikasi diperlukan suatu biakan murni sehingga teknik isolasi mutlak diperlukan (Jimmo, 2008). Alat-alat disiapkan terlebih dahulu,tabung-tabung yang berisi 12 ml garam fisiologis disusun berderet seperti pada Gambar 1.Sampel suspense bakteri dikocok sampai keruhnya merata. Ambil secara aseptik 1 ml suspensi bakteri dari tabung suspense yang disediakan dimasukan ke tabung 9 ml pertama (10 -5), kocok atau vortex agar homogen; lalu secara aseptik dari tabung pengenceran pertama dimasukan kedalam tabung pengenceran kedua (10 -6) dengan menggunakan pipet diambil 1ml; dan seterusnya untuk tabung-tabung pengenceran selanjutnya. Penghitungan mikroba dilakukan untuk mengetahui jumlah mikroba pada suatu sampel. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menghitung jumlah sel, seperti yang dilakukan dalam praktikum kali ini yaitu menghitung jumlah sel dengan cara penghitungan tidak langsung dengan metode hitungan cawan. Metode cawan hitung ini menghitung sel dari jumlah koloni dengan ketentuan statistik, koloni harus 30-300 koloni jika koloni.

Menurut Pelczar (2006), bakteri Bacillus merupakan bakteri dengan bentuk batang, bersifat gram positif, dan motil. Juga membentuk endospora dan tidak lebih dari satu sel sporangium, merupakan gram positif.

Bersifat aerobic sejati atau anaerobik fakultatif, kemoorganotrof, respirasi sejati, fermentasi sejati ataupun kedua-duanya. Kegiatan praktikum menunjukan bakteri Bacillus adalah bakteri fermentatif karena bakteri dapat menghasilkan enzim katalase, dan bakteri ini juga merupakan bakteri motil, serta tidak mengandung enzim gelatin. Dengan klasifikasi Bacillus sp sebagai berikut. Tabel 1 menujukan jumlah koloni Bacillus sp yang dihitung dengan menggunakan cawan hitung, pengeceran dimulai dari suspensi 10 -4 sehingga data yang didapat dengan faktor pengenceran 10 -5 hingga 10 -7, jumlah koloni dan faktor pengenceran diperlukan sehingga dapat mengetahui jumlah sel. Seperti pada contoh perhitungan tersebut jumlah sel didapat dari jumlah koloni dikalikan 1 per faktor pengenceran kemudian dikalikan 1 per v.inokolum(0,1). Berdasarkan data pada tabel 1 semakin sedikit faktor pengenceran maka jumlah koloni semakin banyak maka jumlah sel yang teridentifikasi semakin banyak dan semakin banyak faktor pengenceran semakin sedikit jumlah koloni maka semakin sedikit pula jumlah sel yang teridentifikasi karena semakin banyak melewati pengenceran jumlah bakteri semakin berkurang.